Masyarakat Talang Tujuh Buah Tangga Minta Aktifitas PT. BBSI Dihentikan

  • Bagikan

RIAUDETIL.COM,RENGAT – Masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) meminta kepada PT. BBSI (Bukit Betabuh Sei Indah) untuk tidak melanjutkan aktifitas dilahan konplik.

Ada 3 (tiga) tuntutan masyarakat, kata Kepala Desa (Kades) Talang Tujuh Buah Tangga Sierlina dalam rapat mediasi penyelesaian Konflik yang digelar di lantai 4 Kantor Bupati Inhu rabu (27/12/2017).

“Selain itu saya juga meminta agar PT. BBSI juga tidak memutus jalan yang selama ini menjadi akses bagi masyarakat untuk memanen hasil kebun mereka sampai permasalahan ini selesai,” katanya.

Kita juga minta agar PT. BBSI tidak menggusur warga yang ada di daerah konflik tersebut, kalau mereka digusur dimana mereka mau tinggal, sedangkan mereka tengah melaksanakan Natal dan Tahun Baru, sambungnya.

Rapat mediasi ini dihadiri oleh Plt Sekda Inhu H. Hendrizal, Kepala Badan Kesbangpol Inhu Adri Bahar, Inspektorat Inhu Boyke Sitinjak, Kepala Satpol Inhu Tukiyat S.Sos, Perwakilan Polres Inhu, Perwakilan Kodim 0302 Inhu, Para Kabag, Kapolsek, Camat serta Beberapa Kades di Kecamatan Rakit Kulim dan LSM Pendamping.

Plt Sekda Hendrizal mengatakan bahwa fihaknya juga mengundang Dinas LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dan fihak PT. BBSI untuk hadir dalam rapat ini, namun sepertinya mereka tidak hadir.

“Apakah pertemuan ini tetap akan dilanjutkan meski tanpa kehadiran dari dua fihak tersebut,” katanya.

Berdasarkan kesepakatan dari semua fihak pertemuan tersebut tetap dilanjutkan, dan diperoleh kesimpulan bahwa ya  Dishut Provinsi Riau tidak hadir, Plt Sekda meminta pendapat Forum

Setelah menyerap berbagai keinginan masyarakat Sekda mengambil kesimpulan bahwa masyarakat harus tetap dilindungi dan kita akan melakukan pendampingan dengan menurunkan Satpol PP kedaerah tersebut.

“Saya juga minta kepada PT. BBSI untuk menghentikan seluruh aktifitas perusahaan sampai terbentuknya tim untuk melakukan investigasi,” terangnya.

Selanjutnya jalan juga harus disambung kembali, setidaknya untuk lalu lintas sepeda motor dan pejalan kaki, pungkasnya. (Man)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *