BERBICARA SINERGITAS PEMERINTAH Buya Nur Ali: Semua Dimulai dari Hati

  • Bagikan

RIAUDETIL.COM, RENGAT – Guru Besar Tarekat Naqsahbandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah (TNAJ), Buya DR Syeh Muhammad Nur Ali M.Hum menyebutkan bahwa sinergitas antar forkopimda di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sangatlah penting untuk kepentingan masyarakat

Menurut Buya Nur Ali, selama ini yang tergambar dari Forkopimda yang ada pada beberapa daerah, tidak adanya ketidakharmonisan, sehingga masyarakat selalu dipertontonkan perdebatan persaingan antara pimpinan instansi yang ada di Forkopimda tersebut.

Hal itu disampaikan Mursyid TNAJ tersebut dalam pelaksanaan Pengajian dan Zikir Akbar yang dilaksanakan TNAJ Kabupaten Inhu, Selasa (7/2/2023) yang dihadiri 1.000 orang jamaah di gedung Dang Purnama Rengat.

Pengajian ini juga dihadiri Wakil Bupati Inhu Juaniadi Rahmat, Dandim 0302 Inhu, Kapolres Inhu, Kajari Inhu, Kakan Kemenag dan unsur Forkopimda lainnya

Kegiatan ini mengambil tema “Pentingnya sinergitas ulama dan umaro untuk menciptakan kondusifitas dalam menyelesaikan masalah umat”.

Dikatakan Buya, Sinergi adalah suatu bentuk dari sebuah proses atau interaksi yang menghasilkan suatu keseimbangan yang harmonis sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang optimal.

Ia mempertanyakan apa yang menjadikan permasalahan sehingga banyaknya Forkopimda yang saling sikut, termasuk dengan para ulama. Bahkan ulama sering berbeda pandangan dengan para umaro.

“Jika tidak terbangun sinergitas ini, maka akan sulit bagi pemerintah daerah untuk menjalankan pemerintahan, sehingga hanya reotrika saja yang akan terbangun, tegas lulusan Doktor Universitas Sumatera Utara ini.

Ditegaskannya lagi, bagaimana orang bisa berinvestasi di daerah jika sinergitas tidak terbangun dan tidak ada jaminan kondusifnya daerah.

Menurutnya, ada hal yang harus diperbaiki agar sinergitas pemerintahan dan masyarakat dapat terbangun.

“Ulama adalah pewaris nabi, ulama harus makrifatulloh, begitu juga dengan umaro tentunya juga harus makrifatulloh sehingga akan terbentuk interaksi antara kedua yang akan memunculkan hubungan emosional yang baik diantara kedua. Jika tidak, maka sinergitas hanya retorika saja,” jelasnya.

Namun dikatakannnya, ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya haris berangkat dari hati karena kuncinya ada di hati.

Menurutnya alat pembersih hati itu adalah zikir kepada Allah. ” Kita tahu bahwa jika hati tidak baik maka akan tidak baik hasilnya, namun jika hati baik maka hasilnya akan baik, tambahnya.

Buya mengajak ulama dan umaro di Inhu untuk membangun sinergitas yang dimulai dari membersihkan hati sehingga akan dapat mewujudkan Indragiri Hulu lebih baik kedepannya. (man)

  • Bagikan