Cuma Karena Istri Cekcok Dengan Keluarga Pasien, Seorang Dokter di Inhu Tolak Pasien Berobat

  • Bagikan

RIAUDETIL.COM, RENGAT – Profesi Dokter seyogyanya menjadi profesi yang mulia jika dijalani secara benar dan sesuai tugasnya.

Namun lain lagi yang terjadi dengan dokter yang satu ini, hanya gara-gara istrinya cekcok dengan keluarga pasien, dirinya tega memerintahkan pegawainya untuk mencabut infus dan menyuruh pasien tersebut mencari dokter lain untuk berobat.

Kejadian ini terjadi di Belilas Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Sebrida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Rabu (4/8/2021) kemarin.

Suradi SH kepada media ini menyampaikan, pada pagi kemarin (Rabu, red) mertua saya berobat dan dipasang infus di Klinik dr. RM dekat simpang SMP Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu.

“Mertua saya datang ke klinik tersebut diantar oleh Ustadz Zahri karena keluhan sesak napas dan tidak mau makan,” kata mantan anggota DPRD Inhu ini Kamis (5/8/2021).

Lalu, pada saat mau pulang karena hujan deras dan dia (Ustadz Zahri) memundurkan mobil, secara kebetulan istri dokter yang bawa mobil mau masuk ke tempat parkir.

“Sang istri dokter membunyikan klakson panjang, sementara yang membantu parkirpun ada 2 orang yaitu sopir pasien lain yang mobilnya juga sama sama parkir disitu,” terangnya.

Singkat cerita terjadilah rasa tak enek antar keduanya, sesampainya di blok D Ustadz Zahri ditelpon oleh pegawai dr. RM yang mana infus disuruh melepasi semua dan nyuruh cari klinik lain.

“Dengan alasan bahwa istri dr. RM sampai nangis-nangis gara-gara percekcokan di tempat parkir tersebut,” ungkapnya.

Pertanyaannya, kata Suradi, apakah boleh seorang dokter mengkaitkan masalah keluarganya dengan pekerjaan yg dia tangani. Kemudian apa hubungannya ribut persoalan parkir sang istri dengan tanggung jawab seorang dokter yang sudah terlanjur memasukkan obat ke tubuh pasien.

“Untuk itu saya mohon bantuan kepada yang paham kode etik kedokteran dan teman-teman yang lain untuk memberi masukan,” harap Suradi.

Bahkan, ketika dirinya mencoba untuk klarifikasi kepada dokter (dr. RM) kenapa bisa sampai begitu, malah dirinya mendapat jawaban yang agak pedas.

“Bapak kok ngajari saya”, kata Suradi menirukan ucapan dokter tersebut.

Sementara itu belum ada pihak klinik dr. RM yang dapat dihubungi untuk dimintai penjelasan terkait hal ini. (man)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *