Kanan 1

Dari Profesional Hingga Pengayuh Becak, BPJS Ketenagakerjaan Rengat Rekrut 25 Kader Penggerak

  • Bagikan

bpjs-ketenagakerjaan-rengat-rekrut-25-kader-penggerak

RIAUDETIL.COM, RENGAT – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Rengat merekrut sebanyak 25 orang untuk dijadikan sebagai kader penggerak BPJS Ketenagakerjaan. Kader yang direkrut mulai dari pekerja, profesional hingga pengkayuh becak tradisional.

Para kader tersebut diberikan pelatihan dan pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan melalui seminar dan pelatihan kader penggerak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat yang diselenggarakan di wisma Five Boys Pematang Reba, Selasa hingga Rabu (1-2/11).

Pelatihan kader penggerak ini juga dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat Aang Supono serta Kasi Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Inhu, Sutrisno.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat Aang Supono mengatakan BPJS Ketenagakerjaan sangat membutuhkan kader penggerak untuk menyampaikan informasi tentang tata kelola BPJS Ketenagakerjaan serta sistem dan program – program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja perusahaan maupun masyarakat atau pekerja yang bukan penerima upah.

Untuk itu, para kader penggerak harus diberikan pelatihan melalui seminar agar dapat memberikan informasi yang tepat tentang keuntungan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sebab menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya karyawan atau pekerja perusahaan saja, namun tersedia juga program jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang dapat diikuti mayarakat luas yang statusnya bukan penerima upah atau karyawan.

Adapun tugas para kader penggerak BPJS Ketenagakerjaan antara lain melakukan sosialisasi, membantu pendaftaran calon peserta hingga membantu proses klaim dari para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pada pelatihan dan seminar tersebut ada 25 orang yang telah direkrut menjadi kader penggerak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat, diantaranya juga terlibat pengusaha mandiri, asosiasi petani kelapa sawit, aparat pemerintahan desa, bahkan wartawan.

“Kami berharap pada kader penggerak ini nantinya menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan yang dapat menjelaskan kepada masyarakat luas pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” sebut Aang. (KRN)

  • Bagikan