Warga Kuala Panduk – Petodaan Resah 3 Bulan Listrik Padam, Direktur BUMD Tuah Sekata Sebut Dalam Proses

  • Bagikan

PELALAWAN, riaudetil.com Masyarakat Desa Kuala Panduk dan Petodaan mengeluhkan sumber listrik yang berasal dari PLTD yang dikelola BUMD PD Tuah Sekata tiga bulan terakhir tak berfungsi hingga padam total.Pasalnya komponen generator pembangkit mesin mengalami kerusakan.

“Untuk diketahui, 3 bulan terakhir ini listrik padam total karena mesin tak berfungsi hingga kini belum juga dilakukan perbaikan. Kita dari warga minta kepada pihak BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan agar warga kembali bisa menikmati listrik,” papar salah seorang warga yang tak mau menyebitkan namanya kepada riaudetil. com.

Dikatakannya, kondisi kerusakan listrik hingga 3 bulan ini hampir sama kejadiannya yang terjadi pada awal tahun 2016 lalu. ” Masyarakat sudah resah, Kami minta BUMD segera lakukan perbaikan.Kalau awal 2016 lalu sama seperti ini juga ada spare part mesin yang rusak. Dulu malah disaat rusak Kita dilayangkan surat tagihan listrik,” ungkapnya.

Sementara itu, Sanusi Ariyanto Direktur BUMD PDTuah Sekata yang dihubungi riaueditor via seluler, Selasa (5/12/2017) menyebutkan bahwa memang mesin penggerak generator pembangkit untuk Desa Kuala Panduk dan Petodaan mengalami kerusakan.Ada 2 mesin untuk lenggerak generatir jadi hanya satu mesin saja yang mengalami kerusakan.

” Pihak Kita sudah menyampaikan ke masyarakat bahwa paling cepat bulan Januari 2018 mendatang listrik baru bisa normal. Artinya saat ini Kita masih dalam proses dan mendatangkan spare part yang dibutuhkan.Memang butuh waktu mengigat beberapa hal diantaranya pembelian mesin menggunakan uang negara tentu harua prosedural. Kita tidak bisa tinggal ambil barang tentu harus dipilih dengan penawaran yang sepadan. Kita sudah sampaikan agar warga bersabar.

Sanusi juga meminta kepada masyarakat agar mengajukan kepada Pemerintah untuk mengganti mesin baru. “Mesin ini kondisinya sekarang 70 persen dan memang layak harus diganti. Informasi yang kita dapat mesin ini pernah dimasuki garam sehingga mengalami overhold saat kesepakatan pembangunan jaringan,” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan Sanusi, bahwa kedepannya jika jaringan PLN sudah masuk,pihak BUMD akan melakukan kerjasama hinhga listrik dirasakan masyarakat 1 x 24 jam. (ZoelGomes)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *