Neraca Perdagangan Riau Surplus Rp16,66 Triliun

  • Bagikan
Ilustrasi

RIAUDETIL.COM, PEKANBARU – Neraca perdagangan Provinsi Riau menunjukkan angka positif, pada Februari 2018, Riau tercatat mengalami surplus perdagangan sebanyak 1,21 miliar dolar AS setara dengan Rp16.662.900.321.274 atau Rp16,66 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, surplus sebesar Rp16,66 triliun tersebut dipicu oleh surplus pada sektor non migas sebesar 1,02 miliar dolar AS setara Rp14.046.411.841.074 atau Rp14,04 triliun dan sektor migas sebesar 190,81 juta dolar AS setara Rp2.627.642.983.720 atau Rp2,6 triliun.

Aden menguraikan, jika dilihat dari sisi volume perdagangan pada bulan Februari 2018, neraca perdagangan Riau mengalami surplus sebesar 1.990,30 ribu ton.

Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 1.590,79 ribu ton dan sektor migas sebesar 399,51 ribu ton

“Neraca positif artinya terjadi surplus perdagangan jika nilai ekspor lebih tinggi dari impor. Dengan kondisi yang seperti ini, pemerintah harusnya semakin bersemangat untuk menggejot ekspor dan mencari pasar baru,” urai Aden di Pekanbaru, Minggu (8/4/2018).

Sedangkan dalam periode Januari-Februari 2018, neraca perdagangan Riau mengalami surplus sebesar 2,46 miliar dolar AS setara Rp33.876.640.322.590 atau Rp33,87 triliun yang dipicu oleh surplus sektor non migas sebesar 2,04 miliar dolar AS setara Rp28.092.823.682.148 atau Rp28,09 triliun dan sektor non miga, 420.16 juta dolar AS setara Rp5.786.019.999.162 atau Rp5,78 triliun.

“Dari sisi volume perdagangan, periode Januari-Februari 2018 mengalami surplus sebesar 4.029,13 ribu ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 3.137,46 ribu ton dan sektor migas sebesar 891,66 ribu ton,” tandasnya. (RDC/MCR)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *