Kanan 1

Pelayanan RSUD BLUD Selasih ” Dibedah” Komisi I DPRD Pelalawan,Kadiskes Mengaku Malu

  • Bagikan
Pelayanan RSUD BLUD Selasih ” Dibedah” Komisi I DPRD Pelalawan,Kadiskes Mengaku Malu
Pelalawan,riaudetil.com – Berawal dari keluhan Bupati Pelalawan HM.Harris saat coffe morning kemaren soal pelayanan RSUD BLUD Selasih dan pilihan pasien yang ‎lebih memilih dirawat ke Rumah Sakit Swasta dibanding RSUD termasuk berkembangnya runmor adanya tips atau fee dari Rumah Sakit Swasta kepada Kepala Puskesmas dan supir ambulance.Tak tinggal diam,Komisi 1 DPRD Pelalawan langsung merespon dan melakukan hearing dengan Dinas Kesehatan, Management RSUD Selasih dan seluruh Kepala Puskesmas 12 Kecamatan.
Hearing yang berlangsung a‎lot dipimpin H. Abdullah,S.Pd yang juga turut mendampingi Ketua Komisi 1 Eka Putra S.Sos,sekretaris Faizal,SE.M.Si dan anggota komisi 1 lainnya Abdul Muzakir ,Nazzarudin Arnazh dan mukhlis Ali. Hadir pula langsung Kadiskes Pelalawan dr.Endid R Pratiknyo,Sekretaris Diskes Asril dan staff,Direktur RSUD ‎dr.Ahmad Krinen dan Sekretaris Kasmianton beserta seluruh Kepala Puskesmas 12 Kecamatan.
 
Hearing berlangsung alot terkait pembahasan ‎berkembangnya runmor adanya fee bagi Kapus dan supir ambulance yang merujuk ke Rumah Sakit Swasta. Adu argumen dan sling bantah antara Dinas Kesehatan dengan Direktur RSUD Selasih soal runmor yng berkembang saat coffe morning berlangsung. Direktur Selasih membantah adanya pernyataan tersebut dan menyatakan permainan supir ambulance yang membelokkan pasien mengarah ke rumah Sakit Swasta. Sementara Kadiskes menjamin tidak ada fee bagi Kapus dan supir ambulance oleh Rumah Sakit Swasta. 
 
Pimpinan sidang dan satu persatu anggota komisi 1 memberikan pandangan dan pendapatnya.Dimana persoalan fee harus disikapi dan diberlakukan sanksi tegas terhadap kapus dan supir yang menerima fee.
 
Komisi 1 meminta pelayanan RSUD lebih ditingkatkan sehingga pasien dan masyarakat lebih memilih dirawat di RSUD selasih. Berbagai masukan dari sejumlah anggota Komisi 1 berikut sejumlah kapus mengarah ke pelayanan RSUD Selasih yang perlu ditingkatkan. Tak ketinggalan soal anggaran RSUD Selasih pun ikut dibahas. ‎
 
Kepala Dinas Kesehatan dr.Endid R Pratilnyo secara terang – terangan mengaku malu terhadap adanya runmor penerimaan fee berikut dengan pelayanan RSUD Selasih yang masih saja menjadi persoalan. 
 
” Ya Saya mengaku malu karena memang RSUD Selasih dibawah koordinasi dari Diskes karena Kita sudah satu atap masih saja pelayanannya menjadi masalah dan persoalan.Tentunya segala masukan dan pembahasan ini menjadi evaluasi kedepannya agar lebih baik lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pasien,” ucapnya. 
 
dr.Ahmad Krinen Direktur RSUD Selasihpun meminta maaf terhadap runmor penerimaan fee yang lebih kepada miss komunikasi ‎dan sekaligus siap melakukan pembenahan dan evaluasi kedepannya dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan terhadap pasien dan masyarakat yang dirawat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. ( Zoelgomes) 

  • Bagikan